Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Saturday, June 28, 2014

Ahli Perbintangan - Dahulu kala hiduplah seorang kakek yang dipercaya bisa meramal masa depan dengan melihat susunan bintang-bintang di langit. Dia menyebut dirinya sebagai seorang ahli perbintangan (astrologer) dan menghabiskan waktunya setiap malam dengan memandangi langit. 

Suatu malam saat dia berjalan di sebuah jalan di pinggiran desa. Matanya menerawang memandangi bintang di atas langit. Dia mulai memperkirakan dan meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan dari susunan bintang yang dilihatnya, dan saat itu juga tiba-tiba dia jatuh terperosok ke dalam lubang yang berisikan lumpur dan air. 

Di lubang tersebut, sang ahli perbintangan tenggelam oleh lumpur sampai sebatas dagunya, dan dengan panik Dia berusaha untuk menggapai pinggiran lubang agar dapat memanjat keluar. Dia lalu berteriak-teriak minta tolong dalam keadaan panik dan dalam waktu yang singkat orang-orang desa berlarian untuk datang menolong dan menariknya keluar dari lubang. 

Salah seorang diantaranya lalu berkata: "Kamu selalu dipercaya bisa membaca masa depan dengan melihat bintang-bintang, tapi kamu gagal untuk melihat apa yang ada di bawah kakimu! Mungkin kejadian hari ini akan menjadi pelajaran agar kamu lebih memperhatikan apa yang ada di depanmu, dan membiarkan masa depan berjalan dengan sendirinya. Apa gunanya dapat membaca bintang-bintang, apabila kamu sendiri tidak bisa melihat apa yang terjadi di dunia?".

Urus dan perhatikanlah hal-hal yang kecil, sehingga dengan sendirinya hal-hal yang besar juga akan berjalan dengan baik.


By: Aesop


Salam Admin,
=.=a

Baca Cerita Lainnya:
Humor - Jangan Loncat Pak
Karangan Sendiri - Hargai Hidupmu
Motivasi - Syukurlah

Thursday, June 26, 2014

Mawar Merah Untuk Bunda - Seorang pria menghentikan mobilnya di depan sebuah toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dikirimkan kepada ibundanya yang tinggal jauh darinya. Begitu keluar dari mobilnya, dia melihat seorang gadis kecil berdiri di samping toko bunga sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu bertanya mengapa gadis kecil itu menangis dan gadis kecil itu menjawab, "Aku ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibuku, namun aku hanya mempunyai dua ribu rupiah, sedangkan harga mawar itu sepuluh ribu". 

Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo nak, aku akan membelikan bunga yang kamu mau". Pria itu kemudian membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk dikirimkan kepada ibunya. Ketika mereka hendak pulang, pria itu menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang kerumahnya. Gadis kecil itu melonjak gembira, dia berseru, "Apakah anda yakin? bisakah kamu mengantar aku ketempat ibuku?". Pria itu tersenyum, lalu mereka berdua menuju tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, sebuah pemakaman umum.

Setibanya disana gadis kecil itu meletakkan bunga mawar merah yang dipegangnya pada sebuah kuburan yang masih terlihat baru. Melihat hal itu, hati pria itu tersentuh dan dia teringat akan ibunya di desa. Bergegas dia kembali menuju toko bunga yang disinggahnya tadi untuk membatalkan kirimannya. Diambilnya karangan bunga yang telah dipesan olehnya dan dia lalu menempuh perjalanan 12 jam untuk menemui ibundanya dengan mata kepalanya sendiri.

"Hidup itu singkat, lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan sekarang, jangan menyesal kemudian"

Baca cerita lainnya ya:
Humor - Robot Pendeteksi Kebohongan
Humor - Namaku Andreano Yonawan
Motivasi - Dibayar Lunas Dengan Segelas Susu

Salam Admin,
=.=a

Tuesday, April 29, 2014

Kasih Ibu Sepanjang Masa - Seorang anak meninggalkan rumah setelah bertengkar dengan ibunya. Dia pun berjalan tanpa arah, ketika dia merasa lapar, dia merogoh kantung celananya dan alangkah terkejutnya dia ketiak  menyadari bahwa dia sama sekali tidak membawa uang. Dia berjalan melewati sebuah kedai miesop, ingin dia memesan semangkuk miesop tapi dikantongnya tidak ada sepeser uang pun.
Pemilik warung miesop melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, ia lalu bertanya ”Nak, apakah kau ingin memesan miesop?”

“Ya, tetapi aku tidak mempunyai uang,” jawab anak itu segan.

”Tak ape-ape dik, anggap saja ini traktiranku,”jawab si pemilik kedai.

Karena rasa lapar yang tak tertahankan lagi, anak itu pun tidak segan menolak tawaran itu, dia segera makan. Namun tiba-tiba air matanya mulai berlinang. ”Kamu kenapa dik?”Tanya si pemilik kedai. Anak itu melihat ke arah pemilik warung dan berkata, ”Tak ape-ape, aku hanya terharu karena engkau seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk miesop, lain dengan ibuku sendiri malah mengusirku dari rumah ketika kita bertengkar tadi. Engkau seorang yang baru kukenal tetapi begitu peduli padaku.”

Pemilik kedai itu heran dan ia pun berkata, ”Dik, kenapa kamu berpikir begitu? Coba kamu pikir baik-baik, aku hanya memberimu semangkuk miesop dan kamu begitu terharu. Sedangkan ibumu telah memasak nasi, sayuran, daging, dll sampai kamu dewasa, harusnya kamu lebih berterima kasih kepadanya.”

Anak itu seperti tersadar dan kaget mendengar hal tersebut, ”Mengapa hal itu tidak terpikirkan olehku? Aku menjadikan hal tersebut(memasak) sebagai kewajibannya sesuka hatiku. Untuk semangkuk miesop dari orang yang baru kukenal aku merasa begitu berterima kasih, akan tetapi ibu yang memasak untukku selama bertahun-tahun, bahkan tidak aku pedulikan. Aku.. Aku begitu durhaka.”

“Baguslah kalau kamu mengerti nak. Segera baikan dengan ibumu setelah kamu selesai makan miesop tersebut”. Kata pemilik warung sambil tersenyum.

Segera anak itu menghabiskan miesopnya lalu dia menguatkan dirinya untuk segera pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, dia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yang keluar dari mulut ibu adalah “Nak, akhirnya kamu pulang, ayo cepat masuk, ibu sudah menyiapkan makan malam untukmu.”

Anak kecil itu pun tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.


Bagaimana kesan kalian setelah membaca cerita diatas? Sayangilah orangtua kalian selama mereka masih hidup.

Salam Admin,
=.=a

Friday, April 25, 2014

Nelayan Yang Santai - Seorang pria kaya terkejut ketika menjumpai seorang nelayan di pantai. Nelayan itu sedang santai berbaring bermalas-malasan di samping perahu sampannya, sambil memegang sebatang rokok. Pria kaya itu kemudian bertanya “Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?” “Ikan yang kutangkap telah menghasilkan uang yang cukup untuk melewati hari ini,” jawab sang nelayan.


“Mengapa kau tidak pergi menangkap lebih banyak lagi?” tanya pria kaya itu lagi.

“Untuk apa?” balas sang nelayan.

“Kau kan dapat menghasilkan uang yang lebih banyak,” jawab pria kaya. “Dengan uang itu kau dapat membeli mesin untuk perahu sampanmu, sehingga kau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian kau akan mempunyai uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan yang lebih banyak lagi artinya uang yang kamu peroleh akan semakin banyak juga. Uang tersebut nantinya bahkan cukup untuk membeli dua kapal… tidak.. bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.”

“Setelah kaya aku mau ngapain?” tanya si nelayan.

“Setelah itu kamu bisa beristirahat dan menikmati hidup sepertiku,” kata pria kaya tersebut.

“Tidak masalah.. Tanpa berusaha sekeras itu pun saat ini aku juga santai nih” kata sang nelayan  puas.

Terkadang kita terlalu cepat merasa puas akan kondisi kita saat ini, tanpa kita sadari bahwa di dunia ini masih banyak hal yang belum kita jajahi.

Salam Admin,

=.=a

Tuesday, February 11, 2014

Perjuangan - Cerita ini bukan mengenai diriku. Namun kali ini aku akan bercerita tentang kawan baikku. Nama panggilannya Lydia. Dia kabur dari rumah meninggalkan ayah dan abangnya. Yahh.. Tidak heran kalau dia melarikan diri, Ayahnya terus menerus menyiksanya, bahkan abangnya sering memukulinya. Aku masih ingat malam itu, ketika dia memberitahuku bahwa abangnya telah memperkosanya. Berkali-kali aku menyuruhnya untuk memberitahu orang lain akan nasibnya itu, namun dia tetap berkata.... "Tidak ada orang lain yang akan mengerti dan membantuku".


Aku membantunya sebisaku. Aku memberinya uang, dan menawarkan tempat tinggal untuknya selama beberapa hari. Namun dia memberitahuku hal yang mengejutkan! Dia hamil.. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Jadi aku mengijinkannya untuk bersembunyi di rumahku sampai dia sanggup untuk berusaha sendiri. Namun orangtua-ku tidak mengijinkannya untuk menetap terlalu lama karena kesannya dimata orangtuaku kurang baik. Jadi dia hanya tinggal selama beberapa hari, dan kemudian dia pun pergi.

Dia meneleponku seminggu setelah dia meninggalkan rumahku. Dia berkata bahwa dia akan melahirkan!! dan dia ingin aku segera datang ke tempatnya. Aku menyuruhnya untuk memanggil ambulan, namun dia menutup teleponnya. Jadi aku terpaksa menelepon ambulan untuknya. Dia pun segera diantar ke rumah sakit, dan aku segera menyusul kesana. Hmmm... Bayinya lahir prematur, lebih cepat 2 bulan. Namun hal yang lebih buruk lagi terjadi. Pihak rumah sakit berhasil menghubungi ayah dan abangnya, dan mereka disuruh untuk datang ke rumah sakit. Aku tau apa yang akan terjadi nantinya, namun apa yang bisa kulakukan? Aku hanya bisa menunggu.

Hmm... 2 Minggu setelahnya dia diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit bersama ayahnya. Dia kemudian meneleponku untuk meminta pertolonganku, suara tangisannya begitu jelas di telepon. Aku mendengar suara seperti cambuk yang dipukul ke lantai, terdengar 5 kali kemudian suara itu lenyap. Aku terdiam dan tak tahu apa yang mau kukatakan, lalu tiba-tiba seorang pria mengangkat teleponnya dan mengancam akan membunuhku jika aku membeberkan hal yang terjadi pada Lydia. Orang itu adalah ayahnya.

Aku merinding dan terpaku. Aku tidak pernah berbicara dengan Lydia selama 2 minggu lebih, namun dia tiba-tiba muncul di depan rumahku, Dia melarikan diri dari rumahnya. Dia meninggalkan bayinya di rumah sakit dimana dia bersalin, dan seperti orang yang tak bertanggung jawab. Kami berdua meninggalkan bayinya disana. Kami melarikan diri dari kampung halaman kami. Kami memutuskan akan kembali untuk menjemput sang bayi ketika emosi kami lebih stabil. Bayi itu kami namakan Fuerza yang berarti Kekuatan.

Ketika hari itu tiba. Kami kembali ke rumah sakit itu untuk menjemput Fuerza. Setelah menjemput sang bayi aku pun mengantar Lydia ke rumah yang kami. Beberapa bulan setelah itu Lydia mendapatkan pacar baru, namun kehidupannya bersama pacar barunya tidak berjalan baik, hal terakhir yang diberitahunya adalah agar aku menjaga bayinya.

Pada awalnya aku menghiraukan pesannya itu. Akan tetapi ketika aku menyadarinya, hal itu sudah telat. Dia bunuh diri dengan meneguk obat tidur dengan dosis yang luar biasa. Tanpa dapat berkata apa-apa. Aku segera membawa bayinya dan kembali ke rumah sewaanku. Setahun setelah itu, aku mencoba kembali ke rumah orangtuaku. Namun betapa terkejutnya aku ketika kulihat penghuni rumah itu bukan lagi kedua orangtuaku. Keluargaku telah pindah ke tempat lain. Aku kini sebatang kara, dengan beban seorang bayi denganku. Ayah, abang serta pacar Lydia terus mencari keberadaanku. Sampai hari ini aku masih tetap dicari oleh mereka. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak sengaja bertemu dengan mereka. Tapi seperti yang pernah dibilang Lydia, Tidak ada orang lain yang akan mengerti dan membantu kita. Maka dari itu aku harus mampu berjuang sendirian.

Salam Admin,
=.=a


Sunday, December 22, 2013

Ada seorang raja yang selalu pergi berpetualang bersama teman masa kecilnya. Temannya ini mempunyai kebiasaan mengatakan "syukurlah" pada sesuatu yang telah terjadi, baik itu bagus ataupun buruk. 

Suatu hari ketika raja dengan sahabat baiknya pergi untuk berburu. Sahabat raja itu mengisi peluru pada senapan yang kemudian diberikannya kepada sang raja. Akan tetapi sahabatnya melakukan kesalahan yang fatal, peluru itu tersumbat ketika sang raja menembakkannya dan meledak di dalam. Mengakibatkan sang raja harus kehilangan jempolnya. Melihat sang raja masih hidup dan kehilangan jempolnya, seperti biasanya sahabat raja ini berkata, "Syukurlah, untung hanya jempol yang hilang". Namun raja itu marah, "Apa yang syukur?? Aku kehilangan jempolku!!". Raja pun mengirim sahabat baiknya itu ke penjara.

Satu tahun kemudian, sang raja pergi berburu di sebuah tempat dimana merupakan tempat tinggal para suku kanibal. Ketika melihat dia sendirian, para kanibal itu menangkapnya dan membawanya ke desa mereka. Mereka mengikatnya pada sebuah tiang, dan menyalakan api unggun. Ketika hendak memasukkan raja itu ke sebuah wajan yang besar untuk dimasak, mereka menyadari bahwa raja tersebut kehilangan jempol. Karena suku kanibal itu sangat percaya akan tahayul bahwa mereka pantang memakan manusia yang tidak utuh, maka raja itu pun dibebaskan. 

Saat raja itu kembali, dia teringat akan peristiwa yang mengakibatkan dia kehilangan sebuah jempol, dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap sahabat baiknya. Dia kemudian langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan sahabat baiknya, "Maafkan aku, ternyata kehilangan jempol malah menyelamatkan nyawaku hari ini, dan aku sangat menyesal karena telah mengirimmu ke penjara selama satu tahun ini".  

Seperti biasanya temannya menjawab, "Syukurlah, aku dipenjara". Sang raja pun heran lalu di bertanya, "Apa maksudmu? Bagaimana kamu masih bisa mengucapkan syukur setelah aku memenjarakanmu selama satu tahun?". "Yahh.. Jika aku tidak dipenjara, maka aku akan bersamamu pergi ke tempat para kanibal itu, dan pastinya aku akan dimakan oleh mereka", Jawab sahabatnya dengan santai. 


"Kita musti selalu bersyukur atas apa yang telah terjadi, meski hal itu baik atau buruk"

Salam Admin,
=.=a
Di sebuah rumah sakit. Ada dua orang pria yang sama-sama mengalami cedera parah. Seorang berada dekat dengan jendela, dan satu lagi berada di tengah ruangan. Pria yang berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk diatas ranjang selama satu jam pada sore hari untuk membantu memperlancar peredaran darahnya. Sedangkan pria yang satu lagi harus tetap terbaring di ranjangnya karena tubuhnya lumpuh sebagian.


Untuk melewati hari-hari mereka, kedua pria itu saling berbagi kisah hidup mereka. Mereka menceritakan tentang anak dan istri mereka, keluarga, pekerjaan, dan pengalaman pribadi mereka.

Pada sore hari, ketika pria yang berada dekat dengan jendela diperbolehkan untuk duduk. Dia selalu mendeskripsikan hal-hal yang dilihatnya diluar jendela tersebut kepada pria lumpuh. Pria lumpuh itu kemudian membayangkan semua keindahan yang ada diluar rumah sakit itu di pikirannya, dan melupakan akan kecacatannya selama 1 jam itu.

Diluar jendela ini ada sebuah taman dan didekatnya ada sebuah danau yang indah. Aku melihat banyak bebek dan angsa bermain di danau tersebut, dan aku juga melihat beberapa anak-anak memainkan kapal mainan mereka. Beraneka ragam bunga menghiasi taman tersebut dan membuatnya menjadi taman yang sangat indah. Ada sebuah pohon besar ditengah-tengah taman tersebut dan memberikan tempat bagi para pengunjung untuk berteduh dibawahnya.

Pria dekat jendela mendeskripsikan pemandangan itu dengan sangat detail. Sehingga pria yang lumpuh dapat menggambarkan pemandangan itu dengan jelas di pikirannya. Jadi meskipun raganya terbaring diatas ranjang, namun jiwanya berdada di sebuah tempat yang amat indah.  

Suatu sore, pria dekat jendela itu mendeskripsikan bahwa ada sebuah parade yang lewat. Meskipun pria lumpuh itu tidak dapat melihat dan mendengarnya karena terlalu jauh, namun dia dapat menggambarkan bentuk dan suasana parade itu dari deskripsi yang diberitahukan pria dekat jendela.

Hari demi hari pun berlalu, suatu hari ketika seorang suster hendak memandikan pria dekat jendela, suster itu terkejut ketika menyadari bahwa pria itu sudah tidak bernyawa. Dia kemudian menelepon pihak rumah sakit dan menyuruh agar tubuh pria itu di makamkan. 

Setelah pria dekat jendela itu pergi. Pria lumpuh itu pun merasa sedih, karena tidak ada lagi orang untuk berbagi cerita dan mendeskripsikan pemandangan diluar jendela untuknya. Dia lalu meminta suster untuk memindahkan tempatnya dekat dengan jendela. Suster itu pun menyetujuinya. Lalu setelah memindahkan pria lumpuh itu dekat dengan jendela, suster itu pun meninggalkannya. 

Dengan susah payah dan rasa sakit yang bukan main. Pria lumpuh itu berusaha untuk mengangkat tubuhnya dengan tenaga separuh badannya yang masih normal. Dan ketika dia berhasil duduk, dia merasa senang bahwa dia akan melihat pemandangan itu dengan mata kepalanya sendiri. 

Perlahan dia menoleh kepalanya ke luar jendela tersebut. Dan ternyata jendela itu terhalang sebuah tembok!!. Pria itu kemudian memanggil suster dan bertanya kepadanya bagaimana almahum temannya bisa mendeskripsikan pemandangan yang amat indah kepadanya jika ada tembok penghalang itu. Suster itu berkata kepada pria lumpuh itu, "Pria itu buta dan bahkan tidak mampu melihat tembok itu, mungkin dia ingin memberimu semangat hidup".

Author Unknown

Andai dunia banyak pria seperti itu.. Maka dunia akan terasa lebih berwarna.. :) 

Salam Admin,
=.=a

Thursday, December 19, 2013

Ketika ingin memodifikasi rumahnya, seorang pria terpaksa harus melepaskan bingkai foto yang tergantung di dinding rumahnya. Ketika pria itu hendak menurunkan bingkai foto tersebut, dia melihat seekor cicak tersangkut di belakang foto tersebut, kakinya tertusuk oleh paku yang menancap di bingkai foto itu.

Pria itu heran karena cicak itu masih hidup. Bingkai foto itu sudah tergantung selama 10 tahun, dan tidak ada orang yang pernah melepaskannya. Bagaimana bisa cicak itu masih hidup tanpa makanan dan minuman selama 10 tahun??. Sungguh aneh... Rasa penasaran pun menyelimutinya. Jadi dia memutuskan untuk tidak menurunkan bingkai foto itu dan terus mengamati cicak tersebut.

"Apa yang dia makanan dan minum selama 10 tahun ini?", kata pria itu dalam hati. Tak lama kemudian muncul seekor cicak lain, dan dia memberikan makanan bagi cicak yang tersangkut itu. Cicak itu dengan setia memberi makanan pada cicak yang sangkut itu selama 10 tahun tanpa kehilangan harapan pada pasangannya itu. Sungguh cinta yang amat mulia yang ditunjukkan makhluk kecil itu. Bagaimana dengan anda?

Salam Admin,
=.=a

Jika Cinta..

     Seorang remaja laki-laki terus mengikuti seorang gadis yang jelita seperti seekor lebah hendak mengisap madu. Gadis itu pun merasa terganggu dan ia lalu bertanya kepada anak lelaki tersebut, "Kenapa kamu mengikutiku mau ku kentut ya?". "Kamu sangat cantik seperti artis idolaku mpok atik dan aku jadi suka padamu", jawab anak laki-laki itu dengan tegas. "Tapi kamu belum melihat temanku. Dia lebih cantik dariku mukanya mirip Omas, dan sekarang dia ada dibelakangmu", jawab sang gadis. Anak laki-laki tersebut segera menoleh ke belakang namun dia tidak melihat apa-apa. Gadis itu kemudian berkata, "Jika kamu benar-benar menyukaiku seharusnya kamu tidak akan menoleh ke belakang".

(Kena lu kan.. dalam ga dibilang gitu ma cewek?)



Menyeberangi Jurang

     Ada seorang anak beserta ayahnya ingin menyebrangi sebuah jurang, mereka harus melewati sebuah jembatan yang sudah brobok, dan jika salah langkah sembilan nyawa pun tidak bakal cukup. Sang ayah khawatir akan keselamatan anaknya, jadi dia berkata kepada anaknya, "Pegang tangan ayah baik-baik jadi kamu tidak akan terjatuh". Tapi anaknya membantah dan dia bilang kepada ayahnya, "Tidak, aku ingin ayah yang memegang tanganku". "Loh? Apa bedanya?", heran ayahnya. Perbedaannya sangat drastis ayah. Jika aku yang memegang tangan ayah, dan sesuatu terjadi padaku. Ada kemungkinan aku bisa melepaskan peganganku dari tanganmu dan hanya aku yang akan celaka. Akan tetapi, apabila ayah yang memegang tanganku, aku yakin seburuk apapun kondisi nanti, ayah pasti tidak akan melepaskan tanganku.


Cinta Abadi

     Seorang istri selalu menerima bunga dari suami tercinta ketika suaminya pulang dari tempat kerja. Suatu hari sang suami meninggal dunia. Akan tetapi, sang istri tetap menerima bunga setiap harinya. Dia pun binggung karena dia tidak pernah selingkuh, jadi dia memutuskan untuk pergi ke toko bunga tersebut dan bertanya kepada pemilik toko itu. Dia terkejut ketika pemilik toko mengatakan bahwa sang suami telah membayar bunga untuk istrinya selama seumur hidup.


Persahabatan yang Kekar

     Seorang tentara meminta izin pada komandannya untuk menjemput temannya yang masih belum balik dari medan pertempuran. Komandannya menolak karena takut tentara itu akan mati. “Tidak ada gunanya kembali ke medan perang itu, temanmu itu pasti sudah mati”, kata komandannya dengan tegas. Tapi tanpa sepengetahuan komandannya, tentara itu pergi diam-diam dan satu jam kemudian dia kembali dengan luka yang sangat parah sambil membawa tubuh temannya yang sudah kehilangan nyawa. Komandannya sangat marah, “Aku sudah bilang bahwa dia sudah mati!! Sekarang aku akan kehilangan kalian berdua. Apakah kamu kesana untuk membawa mayat ini? HAH?”. Tentara yang terluka itu menjawab, Tidak pak. Ketika aku sampai ditempatnya dia masih hidup, dan dia berkata padaku, “Aku yakin kamu pasti akan datang”. Persahabatan itu tidak mengenal akan rasa takut. Bahkan mereka tidak sungkan untuk berkorban demi sahabat baiknya.

Yah.. kali ini admin posting beberapa cerita singkat.. semoga kalian menikmatinya..

Salam Admin,
=.=a

Monday, December 16, 2013

7 Kebiasaan Buruk yang Perlu Diubah Agar Hidup Lebih Berwarna

     Karena bosan posting cerita terus menerus. kali ini Admin memosting hal-hal yang setidaknya admin harap dapat memotivasi para pembaca. Salam Ngences Semuanya. =.=V


1. Berhentilah Menunda untuk Sukses
  Beberapa orang lebih memilih untuk tidur dan bermimpi akan kesuksesan mereka, ketika yang lain masih bangun dan bekerja keras untuk mengejar mimpinya. Kendalikan dirimu sendiri dan disiplinlah. Mengubah sesuatu secara instant memang susah, namun apa yang tidak kita mulai hari ini tidak akan selesai esok harinya. Janganlah menunda-nunda pekerjaanmu karena kemalasan akan menenggelamkanmu.

  Untuk maju itu simpel saja, yaitu kita jangan takut untuk memulai. Tidak berani mencoba maka tidak akan ada perubahan yang terjadi. Jadi mulailah untuk maju dan jangan biarkan garis finish membatasimu. Tetap fokus pada langkah pertama yang diambilmu, katakan pada dirimu sendiri, "Aku memilih untuk maju meski dengan langkah kecil yang mungkin belum sempurna". Langkah-langkah kecil itu akan semakin banyak dan kamu akan menyadari akan perubahan yang dibuat olehnya.
2. Berhentilah Menyalahkan Orang Lain dan Membuat Alasan Konyol
  Jangan menyalahkan orang lain atas apa yang kamu punya dan apa yang kamu tidak punya, atau menyalahkan apa yang kamu rasakan namun orang lain tidak. Ketika kamu menyalahkan orang lain atas apa yang kamu alami, berarti kamu telah menghindari tanggung jawabmu dan mengabaikan masalah.

     Berhenti menyalahkan orang lain dan bertanggung jawab atas kehidupanmu. Menyalahkan orang lain hanyalah alasan untuk melarikan diri dari masalah. Membuat suatu alasan palsu juga bukanlah suatu pilihan yang benar, karena alasan palsu merupakan awal dari suatu kegagalan. Hanyalah dirimulah yang berhak bertanggung jawab atas pilihan dan keputusan yang kamu ambil dalam hidupmu.
3. Berhentilah Untuk Menghindari Perubahan
  Jika perubahan itu tidak ada, maka kita tidak akan melihat matahari terbit keesokan harinya. Sebagian besar dari kita merasa nyaman dengan kondisi kita saat ini meskipun dunia terus dan terus berubah. Belajar untuk menerima perubahan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang kebahagiaan dan kesuksekan kita kedepannya.

  Dan satu lagi, bagaimanapun baik atau buruknya kondisi saat ini, kondisi itu tidak akan bertahan lama. Karena suatu saat pasti akan berubah. Hal itulah yang wajib kamu jadikan patokan. Terimalah dan kamu akan sadar bahwa perubahan itu terjadi karena suatu alasan. Perubahan tidak selalu mulus pada awalnya, namun percayalah pada akhirnya kamu akan memperoleh hasil yang tidak sia-sia.
4. Berhentilah Merendahkan dirimu sendiri
  Pikiran merupakan alat yang hebat jika digunakan dengan benar, namun jika salah digunakan akan mengakibatkan sesuatu yang sangat buruk. Secara tidak sadar kita selalu berbicara kepada diri kita sendiri dalam kepala kita. Akan tetapi kita tidak pernah sadar apa yang kita katakan dan apakah kata-kata tersebut mempengaruhi kinerja kita.

  Salah satu penyebab utama kegagalan adalah karena keraguan pada diri sendiri dan sifat yang selalu merendahkan diri sendiri. Cara untuk mengatasi pikiran yang negatif adalah dengan cara memotivasi diri sendiri, pikirkanlah seseorang yang kamu benci sebagai rivalmu. Terus memotivasi dirimu sendiri agar tidak kalah dari orang itu. Dan yakinkan bahwa dirimu lebih kuat dari rivalmu itu.
5. Berhentilah Mengkritik Orang Lain
  Jika kamu tidak ingin agar orang lain mengkritik kekuranganmu, maka jangan pernah mencoba untuk mengkritik kekurangan orang lain.

     Jika kamu merasa nyaman dengan kekuranganmu. Maka kamu tidak akan merasa tersinggung atau terganggu dengan kekurangan orang lain.

  Berhentilah mempermasalahkan kekurangan yang kamu lihat pada orang lain, dan fokus untuk memperbaiki kekurangan yang kamu miliki. Sibukkan dirimu sendiri untuk memperbaiki kekuranganmu sehingga kamu tidak ada waktu untuk mengkritik orang lain.
6. Berhentilah Lari dari Permasalahan dan Ketakutanmu.
     Jika semua orang memperlihatkan padamu masalah-masalah yang mereka hadapi, maka aku yakin kamu akan segera menyelesaikan masalahmu sendiri tanpa rasa ragu. Karena di dunia ini, bukan hanya dirimu yang mengalami masalah. Masih banyak orang yang menghadapi masalah yang lebih berat dibanding kamu. Hadapilah masalahmu tanpa rasa takut, dan pastikan dirimu tidak lari. Satu-satunya cara untuk menyelesaikan permasalahan adalah menghadapinya. Meskipun terkadang masalah itu sangat sulit, namun kamu tidak sendirian di dunia ini. Kamu bisa meminta nasihat dari orang yang lebih ahli, ataupun mencari solusi sendiri.

  Satu hal lagi yang amat merepotkan, yaitu Ketakutan. Karena dia selalu menghalangimu untuk mengambil suatu resiko ataupun keputusan. Dia membuat suatu batasan pada ruangan kecil dimana kamu merasa sangat nyaman disana. Hidupmu bukan hanya berada di ruangan kecil tersebut. Kamu harus punya keberanian untuk melangkah dari ruangan kecilmu dan keluar ke ruangan yang lebih besar yang dapat menampung bakat alamimu.
7. Berhentilah Menjadi Seseorang yang Bukan Dirimu.
     Dalam hidup ini, salah satu tantangan terbesar adalah untuk menjadi diri sendiri ketika orang-orang disekitarmu terus memaksamu untuk menjadi orang lain. Seseorang terus dipaksa untuk tampil lebih cantik, atau dipaksa untuk selalu lebih pintar dibanding yang lain, dll. Tapi satu hal yang pasti, bahwa mereka tidak akan pernah menjadi sepertimu.

     Kamu tidak perlu berubah menjadi pribadi yang lain agar orang menyukaimu. Jadilah dirimu sendiri, maka pasti akan ada orang yang akan menyukaimu apa adanya. Dan kamu juga akan lebih mencintai dirimu sendiri.

     Semoga adik-adik, kakak-kakak, ibu-ibu, bapak-bapak,dll,dll. dapat termotivasi dan menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak usah langsung berubah juga tidak apa-apa. yang penting berusaha, semua itu ada prosesnya. hari ini kita mulai moga-moga besok bisa selesai. Sekian motivasi ini, Sampai jumpa di cerita lainnya.

Salam Admin,
=.=a

Seorang pria yang amat miskin tinggal bersama istri tercintanya di kampung halaman mereka.

Suatu hari, istrinya yang mempunyai rambut panjang yang amat indah menyuruh pria itu untuk membelikannya sebuah sisir agar rambutnya bisa tertata dengan rapi. 

Ketika pria miskin itu berangkat untuk pergi bekerja, dia singgah di sebuah toko jam lalu dia menjual jam tangannya yang usang dengan harga yang murah, kemudian dia pergi membeli sebuah sisir dengan uang tersebut.

Siang hari itu, dia kembali ke rumahnya dengan membawa sisir yang diinginkan istrinya. Ketika dia membuka pintu, dia terkejut ketika melihat rambut istrinya menjadi pendek. Istrinya telah menjual rambut kebanggaan-nya dan memegang sebuah jam tangan yang baru di tangannya. 

Airmata mengalir tak henti dari mata mereka. Bukan karena kesedihan akan kemiskinan mereka. Tapi karena cinta mereka yang saling berbalas satu sama lain.

"Mencintai seseorang adalah hal yang sengsara. Dicintai seseorang merupakan sesuatu yang bangga. Tapi mencintai dan dicintai oleh seseorang yang kamu cintai adalah segalanya"

Baca Cerita Lainnya:
Karangan Sendiri - Kisah Seekor Kucing
Karangan Sendiri - Gadis Pujaan Hatiku
Motivasi - Makna Kehidupan

Salam Admin,
=.=a 

Sunday, December 15, 2013

Orang itu tampak menakutkan. Dia duduk diatas rumput beralaskan sebuah karton, ditemani oleh seekor anjing dan terdapat tatto disekujur tubuhnya dari leher hingga kedua lengannya. Di dekatnya ada sebuah pesan yang ditulis disebuah karton yang bertuliskan, "Aku tersesat dan kelaparan, adakah yang bisa menolongku?".


Aku menghentikan mobil van ku, dan aku melihat orang ini lewat kaca spion mobilku. Pria itu tampak mengerikan dengan tatto ditubuhnya. Tapi jika diperhatikan lebih seksama, pria itu kelihatan tidak begitu tua, umurnya tampak sekitar 40 tahunan. Dia memakai sebuah ikat kepala berlogo bajak laut. Siapapun yang melihat pria ini, pasti akan berpikir kalau dia itu sangat kasar karena jenggotnya panjang dan tidak terurus. Tidak ada orang yang berhenti untuk menyapanya, aku melihat pengendara lain melihatnya sekejap dan kemudian segera memalingkan wajahnya. 

Hari itu sangat panas. Dari mata pria itu aku bisa melihat kesedihan dan kelelahannya yang dirasakannya. Keringat bercucuran dari wajahnya. Ketika aku duduk santai di dalam mobilku yang ber-AC. Tiba-tiba aku teringat akan beberapa kata di dalam kitab suci yang kubaca hari ini. "Segala hal baik yang kamu lakukan untuk makhluk lain, berarti kamu telah berbuat kebaikan untuk diriku".

Aku pun mengeluarkan dompetku dan mengeluarkan seratus ribu rupiah. Anakku yang berusia 12 tahun, Andi, tahu apa yang mau kulakukan. "Bolehkah aku yang memberikan uang ini padanya ibu?" katanya padaku.

"Baiklah. Tapi hati-hati ya nak". Aku memperingatinya dan memberikannya uang tersebut. Aku melihat di kaca spion dia berlari ke arah pria itu, dan dengan senyumnya yang manis dia menyerahkan uang itu padanya. Aku melihat pria itu kaget, kemudian dia berdiri dan mengantongi uang tersebut. "Pintar nak", kataku dalam hati. Setidaknya hari ini dia dapat menikmati makanan yang lezat. Aku merasa sangat puas, dan bangga akan diriku sendiri yang telah berbuat hal yang bijak.

Ketika Andi kembali ke dalam mobil, dia menatapku dengan sedih, dia berkata, "ibu, badan anjing itu sangat panas dan ternyata pria itu sangat ramah". Aku tahu aku harus melakukan sesuatu.

"Pergi ke pria itu dan katakan padanya untuk menunggu, kita akan kembali 15 menit kemudian", Aku berpesan pada Andi. Dia segera melompat keluar dari mobil dan berlari menuju pria bertatto itu. Aku melihat ekspresi wajah muka itu sepertinya terkejut, tapi dia sepertinya setuju. Hatiku terasa begitu ringan. 

Kami kemudian pergi ke toko terdekat dan memilih beberapa hadiah untuk diberikan kepada pria bertatto itu. "Jangan pilih barang yang terlalu besar, dan juga jangan terlalu berat. Pilih barang yang bisa dibawanya kemana-mana". Kataku kepada Andi. Akhirnya kami siap memilih hadiah kami. Kami membeli sekaleng makanan anjing, sebuah mainan yang berbentuk seperti tulang, dua botol air (satu untuk anjing dan satu lagi untuk pria bertatto), dan beberapa roti bungkus untuk menghentikan rasa lapar mereka.

Kami bergegas kembali ke tempat dimana pria itu menunggu. Dan dia masih disana, masih duduk dan menunggu kedatangan kami. Dan masih tidak terlihat orang berhenti untuk menyapanya. Dengan perasaan yang agak takut, aku meraih tas belanjaan kami dan keluar dari mobil. Andi juga ikut turun sambil membawa hadiah yang dipilihnya. Ketika kami berjalan mendekatinya, aku merasa agak gugup, dan berharap semoga pria ini bukan pria yang jahat. 

Aku melihat kearah matanya dan melihat sesuatu yang membuatku terkejut dan malu akan penilaianku terhadap pria itu sebelumnya. Aku melihat dia menangis, Dia kelihatannya berusaha untuk menahan airmatanya, namun airmata itu tetap mengalir. Aku berpikir, "Apakah pria ini tidak pernah mendapatkan perhatian seperti ini sebelumnya?". Aku berkata padanya semoga hadiah kami tidak terlalu berat dan kami menunjukkan apa yang kami beli untuknya. Dia berdiri mematung, seperti seorang anak yang berdiri dibawah pohon natal. Aku merasa bahwa kontribusiku ini tidak seberapa, namun ketika aku mengeluarkan botol minuman, dia segera merampas botol minuman itu seakan itu adalah emas murni dan berkata padaku bahwa dia bahkan tidak mempunyai air bersih untuk diberikan pada anjingnya. Kemudian dia memberikan anjingnya beberapa tegukan dan meletakkan botol itu perlahan. Dia kemudian menatap wajahku. Bola matanya tampak sangat biru. Aku meneteskan airmata ketika dia berkata, "Nyonya, aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan untukmu". Kemudian dia meletakkan kedua tangannya di ikat kepalanya dan menangis. Pria ini, Pria yang kuanggap menakutkan ini ternyata begitu lembut dan rendah hati.

Aku tersenyum sambil menangis dan berkata, "Tidak usah melakukan apapun". Kemudian aku melihat tatto yang ada di lehernya bertulis, "berjuanglah ibu".

Setelah kami kembali ke mobil kami, aku melihatnya berlutut sambil merangkul anjingnya, mencium hidung anjingnya dan tersenyum. Aku melambai tanganku pada pria itu dan kemudian aku menangis lagi sambil pergi meninggalkan pria itu. 

Andi kemudian melihatku dan berkata dengan manis, "Ibu.. Hatiku serasa sangat senang sekarang". 

Aku berpikir dalam hatiku. Aku punya rumah, aku punya suami dan anak yang begitu menyayangiku, aku mempunyai tempat tidur yang dilindungi sebuah atap yang cantik. Tapi kemudian aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri, dimana pria itu akan tidur malam ini?

Meskipun tampak seolah-olah kami membantu pria itu tanpa memperoleh apa-apa. Tapi sebetulnya pria itu telah memberikan kami sebuah hadiah yang tidak pernah kami lupakan. Dia mengajarkan bahwa tidak peduli bagaimana tampak luar seseorang, namun didalam diri masing-masing terdapat jiwa yang berhak untuk memperoleh kebaikan, serta kasih sayang dari orang lainnya. Itulah hadiah berkesan yang diberikannya.   

Baca Cerita Lainnya..........
Salam Admin,
=.=a








Cerita kali ini mengisahkan tentang seorang pria bernama Bob Butler yang kehilangan kedua kakinya pada tahun 1965 akibat terkena ranjau di Vietnam. Ketika dia kembali ke kampung halamannya, dia dianggap sebagai seorang pahlawan. Dua puluh tahun kemudian, dia kembali menunjukkan jiwa kepahlawanannya.

Bob yang bekerja di sebuah bengkel di sebuah kota kecil di Arizona, Amerika Serikat. Pada siang hari yang terik, dari suatu rumah terdengar seorang wanita menjerit histeris. Bob mulai menjalankan kursi rodanya dan mengarah ke halaman belakang rumah wanita tersebut, akan tetapi terlalu banyak semak-semak yang menghalangi rumah wanita itu dan menghadang kursi roda bob untuk lewat. Jadi dia memutuskan untuk turun dari kursi rodanya dan dia mulai merangkak melewati semak-semak itu.

"Aku harus sampai disana", kata bob, "Tidak peduli meski aku harus terluka oleh semak-semak ini". Ketika Bob melewati semak-semak itu, dia melihat sebuah kolam renang, dan ada seorang anak berusia 3 tahun yang bernama Stephanie Hanes tenggelam di dasar kolam. Gadis kecil itu dilahirkan tanpa memiliki lengan. Saat bermain di halaman dia terjatuh ke kolam dan dia tenggelam. Ibunya hanya berdiri mematung dan tampak panik. Bob segera menyelam ke dasar kolam dan mengangkat anak kecil itu ke atas air. Wajah gadis kecil itu terlihat biru, Jantungnya tidak berdetak!! dan dia tidak bernafas. 

Bob kemudian segera memberikan nafas buatan kepada anak kecil itu. Sementara ibu Stephanie segera menelepon ambulans. Akan tetapi, semua ambulan sedang bertugas saat itu. Seakan tak berdaya lagi, ibu Stephanie pun menangis dan menyandar di bahu Bob. 

Bob terus memberikan nafas buatan, sambil perlahan dia mulai menenangkan ibu Stephanie. "Jangan khawatir, Aku adalah tangannya ketika membantunya keluar dari air. Sekarang aku akan menjadi jantungnya. Jika bersama kita pasti mampu". Kata Bob.

Beberapa detik kemudian gadis kecil itu tiba-tiba batuk dan memuntahkan air yang ditelannya. Perlahan dia mulai sadar kembali dan mulai menangis. Mereka bertiga saling berpelukan sangkin senangnya. Kemudian ibu gadis itu bertanya, "Bagaimana kamu tahu dia akan baik-baik saja?". "Sebenarnya Aku tidak tahu, tapi aku yakin", Jawab Bob. Karena dulu ketika kedua kaki ku meledak akibat ranjau di medan perang. Kukira aku akan mati saat itu juga, karena aku hanya sendirian disana tidak ada orang lain yang bisa membantuku. Tapi kemudian seorang gadis vietnam muncul. Dia menyeret tubuhku ke desanya. Dia berbisik dengan bahasa inggris yang kaku, "Tenanglah, kamu tidak akan mati. Aku akan menjadi kakimu. Jika bersama kita pasti mampu". Kata-kata gadis itu memberiku harapan dan aku ingin melakukan hal yang sama untuk gadis kecil ini.

Ada kalanya saat dimana kita tidak mampu untuk berdiri sendiri. Ada saat dimana kita membutuhkan seseorang untuk menjadi kaki, tangan, dan teman kita.

Salam Admin,
=.=a




  

Saturday, December 14, 2013

Kakekku suka untuk mengirimkan aku surat. Isinya sangat memotivasi pikiranku dan aku yakin semua teman-temanku juga akan menyukainya. Kakek juga sangat suka mengirimkan surat kepada semua karyawannya. Surat itu sangat menginspirasi mereka untuk menjadi lebih baik. Dan kini saatnya aku untuk menyebarkan pesan itu untuk seluruh dunia.


Suatu hari ketika semua karyawan sampai di kantor, mereka melihat sebuah saran dengan tulisan yang besar di pintu masuk, yang isinya…..

"Kemarin seseorang yang menghambat perkembangan karir anda dalam perusahaan ini telah meninggal. Kami mengundang anda semua untuk ikut berkabung di ruangan yang telah disiapkan di ruang aula".

Pada awalnya, semua orang merasa sedih karena telah kehilangan salah satu rekan kerja mereka. Akan tetapi kemudian mereka merasa penasaran siapakah pria yang telah menghambat perkembangan karir rekan-rekannya di perusahaan.

Aula itu sampai begitu ramai, sampai-sampai petugas keamanan diperintahkan untuk mengendalikan massa yang ada di dalam ruangan. Ruangan itu semakin ramai karena orang-orang tak henti-hentinya berdatangan.

Ada yang berpikiran, siapakah orang yang telah menghambat perkembangan karirku? Yah.. setidaknya orang itu telah meninggal.

Satu per satu karyawan maju mendekati peti mati tersebut, dan ketika mereka melihat ke dalam peti mati itu. Mereka terkejut dan kemudian terdiam seperti seseorang telah menyentuh jiwa mereka yang paling dalam. Ada sebuah cermin yang diletakkan di dalam peti mati. Orang-orang yang melihat ke dalam peti mati itu akan melihat diri mereka sendiri.

Dan di dekat cermin itu, ada sebuah pesan yang berisi…

Hanya ada seseorang yang mampu mengatur perkembangan karirmu. Dan itu adalah dirimu sendiri. Kamulah orang yang bertanggung jawab atas hidupmu. Kamu jugalah yang menentukan kebahagiaan dan kesuksesanmu. Dan hanya kamulah yang mampu memotivasi dirimu sendiri.

Hidupmu tidak akan berubah walaupun bosmu berubah, ketika teman-temanmu berubah, ketika orangtua anda berubah, ketika pasangan anda berubah.  Hidupmu hanya akan berubah ketika dirimu sendiri berubah. Kesuksesanmu tidak ditentukan oleh orang lain. Suatu saat kamu akan sadar bahwa kamulah orang yang bertanggung jawab atas hidupmu.

Perbaiki sifatmu, jaga dirimu sendiri. Jangan takut akan rintangan, kemustahilan, dan kekalahan. Jadilah pemenang, dan bentuklah karaktermu sendiri. Kuburkanlah dirimu yang kamu anggap gagal dan hiduplah sebagai pribadi yang baru".

Ada pepatah yang mengatakan.. Jika telur di pecahkan dari luar, maka satu kehidupan akan hilang. Akan tetapi jika telur itu dipecahkan dari dalam, maka sebuah kehidupan baru dimulai. Semua hal yang baik dimulai dari dalam. 
Salam Admin,
=.=a

Friday, December 13, 2013

Ketika Masa SD

Dikelas itu, aku menatap gadis yang ada di sebelahku.. Dialah sahabat baikku, rambutnya panjang, halus...dan aku berharap kalau dia dapat menjadi milikku. Tapi kurasa dia tidak pernah berpikir sebaliknya. Ya, aku tahu akan hal itu. Sewaktu kelas berakhir, dia berjalan ke arahku dan meminta catatan yang lupa dicatatnya kemarin. Aku memberikan beberapa tumpuk catatanku padanya, dan dia mengucapkan terima kasih sambil mengecup pipiku. Aku ingin memberitahu perasaanku padanya. Aku ingin dia tahu...bahwa aku tidak ingin hanya menjadi sekedar sahabat baginya. Aku menyukainya tapi aku tidak berani memberitahunya. Aku tak tahu kenapa..


Ketika Masa SMP

Ketika itu teleponku berbunyi. Ketika kulihat, rupanya dia yang meneleponku. Dia menangis.. Ketika kutanya ada apa. Dia bercerita bahwa pacarnya telah memutusinya. Dia menyuruhku untuk datang ke tempatnya karena dia tidak ingin sendirian saat itu. Jadi aku segera ke rumahnya.. Saat aku duduk disampingnya di atas sebuah sofa. Aku menatap matanya yang lembut dan berharap andai dia itu milikku.. Kami melewati waktu dengan menonton film di rumahnya. Dan tak terasa dua jam telah berlalu, dan dia memutuskan untuk tidur. Dia menatap wajahku, kemudian mengucapkan terima kasih lalu dia mengecupku di pipiku. Aku ingin sekali memberitahunya.. memberitahu betapa aku menyukainya. Tapi kata-kata itu tidak bisa keluar dari mulutku. Aku hanya menganguk dan kembali ke rumahku. 

Ketika Masa SMA

Sehari sebelum hari kelulusan kami, dia berjalan ke lokerku dan berkata, “Teman kencanku sakit”.  Jadi hari ini aku bebas. Yahh.. Kami membuat sebuah janji, apabila kita berdua tidak mempunyai teman kencan ketika malam kelulusan kami, maka kita berdua akan pergi berkencan sebagai seorang teman. Dan ternyata malam itu kami pun pergi bersama.

Di Malam Kelulusan kami

Setelah kami pulang dari kencan (yah.. bisa dibilang begitu). Aku pun mengantarnya hingga pintu depan rumahnya. Aku menatap wajahnya.. Dia pun tersenyum padaku, kemudian dia menghampiriku dan mengecup pipiku. Saat itu aku merasa ingin sekali menjadikan gadis ini milikku, tapi aku tahu kalau dia tidak pernah menaruh hati padaku. Aku takut kedekatan kami akan hilang jika aku mengatakan isi hatiku. Jadi aku mengurungkan niatku.

Di Hari Kelulusan

Hari demi hari.. Minggu demi minggu.. dan bahkan bulan demi bulan.. Tak terasa bahwa hari ini merupakan hari kelulusan angkatanku. Aku melihatnya dari bawah, wajah yang anggun. Dia seperti seorang malaikat ketika berjalan diatas panggung untuk menerima diplomanya. Setelah acara kelulusan selesai, dan satu persatu orang mulai hilang. Dia datang ke tempatku dengan memakai baju dan topi kelulusannya. Dia menangis ketika aku memeluknya, dan kemudian dia mengangkat kepalanya dari bahuku dan berkata, “Terima kasih.. kamulah sahabat baikku”. Dan dia memberiku sebuah kecupan di pipi. Aku ingin memberitahu perasaan ini akan tetapi aku tidak mau keegoisanku ini menghancurkan persahabatan yang telah kita jalani bertahun-tahun ini. Jadi kubiarkan saja berlalu.

Beberapa Tahun Setelahnya

Saat ini aku berada di sebuah gereja. Aku duduk di sebuah bangku penonton dan melihatnya menikahi orang yang dicintainya. Aku melihatnya mengatakan “Aku bersedia” dan siap untuk menjalani kehidupan barunya. Ketika aku hendak pergi, dia melihatku dan dia pun memanggilku. “Wahh... Kamu datang!! Terima kasih banyak”. Dia memberiku sebuah kecupan di pipiku. Aku ingin sekali wanita ini menjadi pendamping hidupku. Tapi kurasa dia tidak pernah berpikir begitu. Aku ingin mengatakan isi hatiku. Namun semua telah berlalu. Aku hanya dapat memberikan restuku.

Beberapa Tahun Telah Berlalu

Aku menatap peti mati yang didalamnya adalah sahabat baikku. Mereka membacakan buku diary yang ditulisnya ketika masih SMA. Inilah yang tertulis disana... “Aku menatap wajahnya.. Berharap bahwa laki-laki itu dapat menjadi milikku.. Tapi kurasa dia tidak pernah berpikir sebaliknya.. Aku tahu itu.. Tapi, aku hanya ingin mengatakan padanya.. Aku ingin dia tahu...bahwa aku tidak ingin hanya sekedar menjadi sahabatnya. Aku menyukainya, namun entah kenapa aku tidak berani mengatakannya. Aku hanya dapat berharap dia mengatakan bahwa dia menyukaiku”. 

Aku juga berharap aku dapat mengatakannya pada saat itu....... Airmata menetes dari mataku.....

Beristirahatlah dengan tenang Cinta Pertamaku..

Salam Admin,
=.=a


Thursday, December 12, 2013

Seorang pedagang menyuruh anaknya untuk pergi ke barat mencari kitab suci? bukan, dia menyuruh anaknya untuk menanyakan rahasia untuk memperoleh hidup yang bahagia dari seorang raja bijaksana yang tinggal di sebuah istana megah yang terletak di gurun sahara.


Pemuda itu berjalan melalui gurun selama 40 hari, dan akhirnya dia sampai di sebuah istana yang megah. Disanalah tempat sang raja tinggal.

Sesampainya disana, pemuda itu memasuki sebuah ruangan dan melihat banyak sekali pedagang yang datang dan pergi, banyak sekali orang yang saling berbincang satu sama lainnya. Dan tampak sebuah meja besar yang penuh dengan hidangan yang lezat.

Pemuda itu melihat ke segala arah untuk mencari sosok sang raja, dan ternyata raja itu sedang berbicara dengan setiap orang di ruangan tersebut, sehingga pemuda itu harus menunggu selama dua jam sampai akhirnya tiba gilirannya.

Dengan penuh kesabaran raja itu mendengar alasan kedatangan pemuda itu. Dia memberitahu pemuda itu bahwa dia tidak punya waktu untuk menjelaskan padanya rahasia untuk memperoleh hidup yang bahagia.

Maka dari itu dia menyuruh pemuda itu untuk berjalan-jalan disekitar istana dan kembali dalam kurun waktu dua jam.

"Namun sebelum kamu pergi, aku ingin kamu melakukan suatu hal", kata sang raja. Dia kemudian memberikan sebuah sendok teh kepada pemuda itu, kemudian dia meneteskan dua tetes minyak diatas sendok itu. "Sambil kamu berkeliling, bawalah sendok ini, dan jangan biarkan minyaknya tumpah setetespun".

Pemuda itu pun mulai berkeliling di istana tersebut, matanya tetap terfokus pada sendok. Sampai akhirnya dua jam telah berlalu, dan minyak yang ada di sendok itu tidak menetes sedikitpun karena terus di jaganya. Pemuda itu pun kembali ke hadapan sang raja. 

"Bagaimana jalan-jalannya? apakah kamu melihat foto wanita telanjang yang tergantung di ruang makanku?, apakah kamu melihat kebun nan indah yang dibuat oleh tukang kebunku sampai terberak-berak selama 10 tahun?, apakah kamu melihat dua ekor singaku yang siap menerkam-mu?"  

Dengan sangat malu, pemuda itu mengaku bahwa dia tidak melihat apa-apa. Karena dia terlalu fokus pada sendok yang dipercayakan raja padanya.

"Kembalilah dan lihat keajaiban yang ada di istanaku, tapi lupakan untuk berkeliling di kandang singaku jika masih ingin hidup", kata sang raja. "Jangan mempercayai seseorang jika kamu tidak tahu isi rumahnya".

Sekarang pemuda itu merasa lebih nyaman, sambil membawa sendok yang ditetesi dua tetes minyak, pemuda itu kembali berkeliling di istana tersebut. Kali ini pemuda itu memperhatikan semua karya seni yang tergantung di dinding dan langit-langit istana. Sesuatu mengeras ketika dia melihat foto wanita telanjang di ruang makan istana tersebut. Dia juga melihat sebuah kebun yang amat indah, dia pun menikmati keharuman bunga dan panorama yang ada di kebun itu. Kali ini dia sangat menikmati semua hal yang ada di istana tersebut kecuali kandang singa. Setelah dua jam berlalu, dia pun kembali menghadap sang raja.

"Bagaimana jalan-jalanmu sekarang, apakah lebih seru?", tanya sang raja kepada pemuda itu. "Wah.. sungguh menarik semua hal yang ada di istanamu tuan". Jawab pemuda itu. "Tapi dimana tetesan minyak yang kupercayakan padamu?" tanya sang raja kembali.

Pemuda itu melihat ke arah sendoknya, dan dia menyadari kalau dia telah menumpahkan tetesan minyak tersebut. 

"Yah.. Itulah saran yang dapat kuberitahu padamu", kata raja bijak itu. Rahasia untuk hidup bahagia terletak pada keseimbangan hidupmu. Jangan terlalu fokus hanya pada hal-hal yang kamu sukai dan melupakan hal-hal yang kurang kamu sukai. Kamu harus dapat menyeimbangkan keduanya agar kehidupanmu berjalan lebih baik.

Diambil dan direvisi dari buku The Alchemist | by Paul Coelho
Salam Admin,
=.=a





  
Ketika aku baru sampai di rumah, istriku segera menghampiriku dan mengajakku untuk makan bersama. Aku memegang tangannya dan berkata, "Aku punya sesuatu hal yang ingin kuberitahu padamu". Dia kemudian tertunduk dan memakan makanannya dengan cepat, untuk kesekian kalinya aku melihat kekecewaan dari mimik wajahnya.


Setelah itu dia terdiam, suasana pun menjadi hening dan aku jadi tidak tahu harus berkata apa. Akan tetapi aku harus memberitahu apa yang ada di benakku ini. Aku ingin bercerai dengannya. Jadi, aku memancing topik itu pelan-pelan.

Namun sepertinya dia tidak terpengaruh dengan kata-kataku, dia bertanya padaku dengan suara yang halus, "Kamu sepertinya ingin menceraikanku, kenapa?"

Aku menghindari pertanyaannya. Hal itu membuatnya marah. Dia melempar sendoknya dan berteriak padaku, "Kamu bukan laki-laki gentle!". Malam itu, kami sama sekali tidak saling berbicara. Dia menangis, aku tahu kalau dia pasti penasaran apa yang terjadi dengan pernikahan kami yang sudah berjalan 10 tahun ini. Tapi aku tidak dapat memberinya alasan yang tepat untuk hal ini. Aku tidak lagi mencintainya seperti dulu. Sekarang hatiku terbuka untuk wanita lain bernama Betty. Yang tersisa untuknya hanyalah rasa kasihanku.

Dengan perasaan yang amat bersalah, aku menandatangani surat cerai dimana istriku akan memperoleh rumah, mobil kami, dan 30% saham dari perusahaanku.

Dia memandanginya sekilas dan mengoyaknya menjadi beberapa bagian. Wanita yang telah hidup bersamaku selama 10 tahun kini terasa seperti orang asing bagiku. Aku merasa bersalah karena telah merengut waktu, tenaga, dan perhatian yang telah diberikannya, namun aku tidak bisa menarik kembali ucapanku ketika aku bilang padanya bahwa aku mencintai wanita lain bernama Betty. Akhirnya dia menangis histeris di hadapanku seperti apa yang telah aku kira sebelumnya. Bagiku, tangisannya itu adalah sebuah perpisahan. Ide perceraian yang sudah kupikirkan selama beberapa minggu ini tampak jelas sekarang.

Keesokan harinya, aku pulang larut malam dan kulihat dia sedang duduk di meja kerjanya dan menulis sesuatu. Aku tidak menyantap makan malamku dan langsung menuju ke kamar tidur, sekejap saja aku langsung tertidur karena kecapekan setelah melewati hari yang melelahkan dengan Betty. 

Ketika aku bangun keesokan harinya, kulihat dia masih duduk di meja kerjanya dan menulis sesuatu. Aku pura-pura tidak tahu dan membalikkan badanku kemudian tidur lagi.

Di pagi itu, dia memberiku kondisi perceraian yang dibuatnya. ia tidak menginginkan apapun dariku, namun dia meminta agar perceraian ini ditunda dulu selama satu bulan. Dia meminta agar kita berdua dapat berusaha hidup seperti biasanya selama satu bulan itu. Alasan dia meminta hal itu cukup sederhana, anak kami sedang menghadapi ujian kenaikan kelas dalam bulan ini, dan dia tidak ingin perceraian ini mengganggu konsentrasi anak kita. 
Hal itu dapat diterima olehku dan aku pun menyetujuinya. Tapi dia meminta satu permintaan lagi, dia meminta aku untuk mengingat kembali bagaimana caraku membawanya ke kamar pengantin pada hari pernikahan kami dulu.

Dia meminta agar selama satu bulan itu aku harus membopongnya keluar dari kamar tidur hingga ke pintu depan kami setiap paginya. Kupikir dia sudah gila. Akan tetapi, untuk membuat saat-saat terakhir kita lebih bermakna maka aku menerima permintaan anehnya itu.

Aku memberitahu Betty tentang syarat perceraian istriku. Dia kemudian tertawa dan berpikir hal itu hanya sia-sia. Karena trik apapun yang dipakainya pada akhirnya dia tetap harus bercerai denganku. 

Aku dan istriku tidak pernah melakukan kontak badan sejak aku mengajukan perceraian itu. Jadi ketika aku membopongnya keluar pada hari pertama, kami berdua tampak canggung. Anak kami menepuk punggungku dan berkata, "Wahh.. Ayah memeluk ibu dengan lengannya". Kata-katanya menusuk hatiku. Kubopong dia dari kamar tidur melewati ruang tamu, lalu keluar ke pintu depan. Dia menutupkan matanya dan berkata lembut, jangan memberitahukan anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk, merasa agak menyesal. Lalu aku menurunkannya di luar pintu. Dia kemudian pergi menunggu bus untuk berangkat kerja. Setelah itu aku pun berangkat kerja,

Pada hari kedua, kami tidak merasa canggung lagi. Dia pun merebah di dadaku. Aku bisa mencium aroma harumnya. Ketika itu aku baru menyadari bahwa aku jarang sekali memperhatikan wanita ini. Dia tidak semuda dulu lagi. Ada kerutan halus di wajahnya, rambutnya pun mulai beruban!. Sesaat itu aku bertanya kepada diriku sendiri apa yang telah aku lakukan padanya.

Pada hari ketiga, ketika aku mengangkatnya, aku merasakan keintiman hubungan kami kembali lagi. Inilah wanita yang telah menghabiskan 10 tahunnya bersamaku.

Pada hari keempat dan kelima, aku menyadari bahwa keintiman hubungan kami telah tumbuh kembali. Aku tidak memberitahu Betty tentang hal ini. Tapi semakin hari aku semakin mudah untuk membopongnya, dia terasa begitu ringan. Mungkin latihan sehari-hari membuatku jadi lebih kuat.

Suatu pagi dia memilih pakaian yang akan dikenakannya. Kulihat dia mencoba beberapa gaun tapi tidak ada yang cocok. Lalu dia menghela nafas, semua gaunku terasa begitu longgar. Aku baru menyadari bahwa semakin hari dia semakin kurus, ohh.. Jadi itu kenapa dia begitu ringan ketika aku membopongnya di lenganku. 

Tiba-tiba aku tersadar... Dia telah menyimpan begitu banyak luka dan rasa sakit di dalam hatinya. Tanpa sadar aku mengulurkan tanganku dan kuelus kepalanya.

Anak kami tiba-tiba masuk dan berkata, "Ayah, saatnya untuk membawa ibu keluar". Baginya, melihat sang ayah yang sedang membopong ibunya merupakan moment yang amat penting. Istriku menyuruh anak kami untuk mendekat dan kemudian dia memeluknya dengan erat. Aku segera membalikkan wajahku sebab aku takut akan mengubah keputusanku. Aku kemudian membopongnya di lenganku, berjalan keluar dari kamar tidur, melewati ruang tamu. Tangannya yang lembut merangkul leherku. Aku memeluk badannya dengan erat dengan kedua lenganku, dan hal itu mengembalikan kenanganku akan hari pernikahan kami.

Berat badannya yang semakin ringan membuatku sedih. Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya di lenganku, tubuhku serasa tidak bisa bergerak selangkah pun. Anak kami pun duluan berangkat ke sekolah. Aku kemudian memeluknya dengan kuat dan berkata, "Aku tidak menyadari bahwa pernikahan kita begitu mesra".

Setelah itu aku segera berangkat ke kantor,. Kupacu mobilku secepatnya, begitu sampai di tempat, aku segera keluar dari mobilku bahkan aku lupa mengunci pintu mobil. Aku takut keterlambatan akan mengubah pemikiranku. Aku segera berlari ke ruangannya, dan Betty membukakan pintu untukku, kukatakan kepadanya, "Maaf Betty. Sepertinya aku ingin membatalkan perceraianku".

Dia melihat ke arahku, dia merasa heran, dan menyentuh dahiku. "Apakah kamu sakit?" tanya dia padaku. Aku menurunkan tangannya yang menempel di dahiku. "Maaf Betty, tapi aku membatalkan niatku untuk bercerai".

Betty tampak sangat terkejut. Dia memberiku sebuah tamparan yang keras, kemudian dia membanting pintu dan menangis. Aku tidak dapat berkata apa-apa, aku pun berjalan meninggalkan ruangannya.  

Ketika aku melewati toko bunga di pinggir jalan, aku teringat akan istriku jadi aku berjalan ke toko itu dan memesan karangan bunga untuknya. Karyawan toko itu bertanya apa pesan yang mau kutulis pada kartu yang akan diselipkan di karangan bunga itu. Aku tersenyum dan menulis, “Aku akan membopongmu setiap hari hingga ajal memisahkan kita”.

Sore itu ketika aku sampai di rumah, kubawa karangan bunga itu bersamaku. Perasaan senang ini tidak bisa menghentikanku untuk tersenyum sendiri. Kucari dia dilantai dasar rumahku namun aku tidak bisa menemukannya, kemudian aku pun naik ke lantai dua,  dan menemukan bahwa istriku telah menghembus nafas terakhirnya.

Tanpa sepengetahuanku istriku telah berjuang melawan kanker selama berbulan-bulan, dan aku terlalu sibuk menghabiskan waktuku bersama Betty sampai aku tidak menyadari akan hal itu. Dia tahu kalau dia akan meninggal, jadi dia melakukan yang terbaik agar setidaknya di mata anak kami, aku tetap merupakan seorang ayah yang baik.

Bukan berarti semua orang akan bahagia setelah diberikan rumah, mobil, maupun harta. Terkadang yang dibutuhkan mereka hanyalah hal yang kecil. Namun baginya hal itu sudah sangat membuatnya bahagia.  Hal kecil itu adalah perhatianmu. Dia cuma butuh kamu meluangkan waktu untuknya, mendengar ceritanya, mendukungnya. Hal kecil yang bahkan tidak membahayakan nyawamu. Terus lakukan hal-hal kecil itu untuk orang yang kamu sayangi dan jangan biarkan rasa sayang itu hilang karena kesibukanmu. Sekian salam dari Admin, sampai jumpa di postingan berikutnya.
Salam Admin,
=.=a

Tuesday, December 10, 2013

Thomas Edison telah mencoba dua ribu material yang berbeda untuk menghasilkan bola lampu yang bagus. Namun semua hasilnya kurang memuaskan, asistennya pun mengeluh, "Semua pekerjaan kita sia-sia, dan kita tidak mempelajari apa-apa".

Thomas Edison menjawab dengan penuh percaya diri, "Tidak, kita telah melakukan banyak eksperimen, dan kita telah mempelajari banyak hal. Sekarang kita tahu bahwa ada dua ribu material yang tidak dapat digunakan untuk menghasilkan bola lampu yang baik".

"Tidak selamanya untuk mencapai sebuah keberhasilan maka kita harus terus menang, terkadang kekalahan dapat membuka jalan agar kita dapat mencapai kemenangan yang mutlak"

Salam Admin,
=.=a

Friday, December 6, 2013

Banyak orang yang datang ke dalam kehidupanmu, dan anda akan tahu maksud kedatangan mereka. Ada yang datang untuk mengajarkanmu pelajaran, ada yang datang untuk mendampingimu, ada juga yang datang untuk membantumu mencari jati diri ataupun membantumu untuk menjadi pribadi yang kamu hendaki.

Kamu tidak pernah tahu siapa orang-orang tersebut, mungkin teman sekamar, tetangga, seorang profesor, teman, kekasih, atau bahkan orang asing. Tetapi ketika kamu memperhatikan mereka, kamu akan tahu pada saat itu juga bahwa mereka telah mempengaruhi kehidupanmu.

Kadang-kadang hal yang terjadi padamu mungkin tampak menyakitkan, dan tidak adil pada awalnya. Akan tetapi jika kamu telusuri lebih dalam, kamu akan menyadari bahwa tanpa menghadapi rintangan, kamu tidak akan menyadari akan potensi, kekuatan, dan kemauan yang kamu miliki.

Sakit, ambisi, kehilangan cinta, ditipu orang, kehilangan saat-saat yang penting bagimu, semua hal ini terjadi untuk mengujimu dan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat. Tanpa adanya tes kecil ini, kehidupan hanya akan terasa seperti jalan datar yang mulus tanpa adanya tikungan. Memang sangat aman dan nyaman, tapi pada akhirnya akan sangat membosankan.

Orang-orang yang mempengaruhi kehidupanmu, keberhasilan dan kegagalan yang kamu alami, membentuk kepribadianmu dan memotivasimu untuk menjadi apa yang kamu hendaki. Pengalaman yang buruk dapat menjadi bimbingan kita agar kita tidak mengalami hal yang sama dikemudian hari.

Jika seseorang mencintai kamu, balaslah cinta mereka dengan cara apapun, bukan sekedar balasan karena mereka mencintaimu, namun karena mereka telah mengajarimu bagaimana caranya mencintai dan bagaimana cara membuka hatimu untuk orang lain.

Jika seseorang menyakiti kamu, mengkhianatimu, atau bahkan membuatmu patah hati, ampunilah mereka, karena mereka telah mengajarimu tentang kepercayaan dan pentingnya berhati-hati kepada siapa kamu membukakan hatimu.

Jadikan hari-harimu bermakna. Berikanlah yang terbaik seakan kamu tidak akan pernah dapat mengalami hal tersebut untuk kedua kalinya. Berbicaralah dengan orang yang tidak pernah kamu ajak bicara sebelumnya, dan dengarkan apa pendapat mereka tentangmu.

Jangan menundukkan kepalamu. Busungkan dadamu, angkat kepalamu tinggi-tinggi karena kamu memang memiliki hak untuk itu. Katakan pada dirimu sendiri bahwa kamu adalah seseorang yang istimewa dan percayalah pada diri sendiri, karena jika kamu tidak percaya pada diri sendiri, bagaimana orang lain dapat mempercayaimu?

Kamu dapat berbuat apa pun yang kamu inginkan dalam hidup ini. Buatlah kisahmu sendiri sehingga ketika kamu meninggal nanti, tidak akan ada penyesalan yang tersisa.

Dan jika kamu mencintai seseorang segera beritahu mereka, karena kamu tidak pernah tahu apakah besok matamu masih bisa terbuka.

Pelajari dan terus pelajari semua hal yang kamu alami setiap hari, dan jangan pernah menyerah.

Jangan terus berpikir "Andai kemarin bisa diulang, mungkin aku akan melakukan yang terbaik". Cobalah ganti pola pikirmu, pikirlah bahwa hari ini adalah hari kemarin yang diulang untukmu. Apakah sekarang kamu akan melakukan yang terbaik agar besok tidak menyesal lagi?  

Salam Admin,
=.=a

Setelah 21 tahun menikah, tiba-tiba istriku menyuruhku untuk menghabiskan waktu bersama wanita yang lain. Dia berkata, "Aku mencintaimu, tapi aku juga tahu kalau wanita ini amat mencintai kamu dan pasti sangat senang menghabiskan waktu denganmu."

Wanita lain tersebut adalah ibuku, dia telah menjanda selama 19 tahun, tapi tuntutan pekerjaan serta tiga orang anakku tidak memungkinkan aku untuk mengunjunginya terlalu sering. Malam itu aku meneleponnya untuk mengajaknya keluar makan malam dan menonton film. "Ada apa ini, apakah kamu sakit?" Tanyanya .

Ibuku adalah tipe wanita yang berpikiran kalau panggilan ketika larut malam atau undangan secara tiba-tiba adalah petanda hal buruk. "Tidak, aku hanya ingin jalan-jalan dengan ibu, kupikir pasti bakal menyenangkan," jawabku padanya. "Hanya kita berdua". Dia memikirkan hal itu sejenak dan kemudian berkata, "Baiklah kalau begitu."

Hari itu adalah hari jumat, ketika menjemputnya aku sedikit gugup, seperti ketika pertama kali kencan dengan pacarku dulu, sekarang sudah jadi istriku. Ketika aku tiba di rumahnya, kulihat sepertinya dia juga gugup. Dia menunggu di depan pintu sambil mengatur mantelnya. Dia menggulung rambut ke atas dan mengenakan gaun yang dia pakai ketika merayakan ulang tahun pernikahannya yang terakhir. Dia tersenyum, wajahnya yang berseri-seri tampak seperti seorang malaikat. Aku mengatakan kepada rekan-rekan kerjaku bahwa aku akan pergi keluar dengan anakku, dan mereka tampaknya terkesan, Sambil naik ke mobil dia berkata, "Andai setiap hari itu 48 jam, hanya hari ini juga tidak apa-apa". Aku cuma tersenyum mendengarnya.

Kami pergi ke sebuah restoran, meskipun tidak begitu elegan, tapi restoran ini sangat bersih dan nyaman. Setelah kami mencari tempat duduk yang nyaman, kami pun melihat daftar menu, namun karena matanya tidak dapat membaca tulisan yang tertera, maka aku pun membacakan menu tersebut untuknya. Kemudian aku pun pergi mengantri makanan yang telah kita pilih. Ketika aku melihat ke arahnya, kulihat ibu duduk di sana sambil menatapku. Senyum dibibirnya membuatku bernostalgia dan dia pun berkata,"Dulu aku yang membacakan menu ketika kamu masih kecil". "Maka sudah saatnya ibu rileks dan membiarkan aku membalas budi", jawabku. Sambil menyantap makan malam, kami pun berbincang mengenai kehidupan masing-masing kami. Banyak sekali hal yang kami bicarakan sampai kami pun lupa untuk menonton film. Ketika aku mengantarnya pulang, dia berkata padaku, "Aku akan pergi denganmu lagi, tetapi lain kali aku yang akan mengajakmu keluar" dan aku meng-iyakannya.

"Bagaimana kencanmu?" Tanya istriku ketika aku pulang. "Amat baik. Jauh melebihi apa yang kubayangkan," begitu jawabku.

Beberapa hari kemudian , ibuku meninggal karena serangan jantung. Hal itu terjadi begitu tiba-tiba bahkan aku tidak diberi kesempatan untuk melakukan apa pun untuknya. Beberapa hari berlalu, seorang tukang pos memberikanku sebuah amplop yang berisi tagihan yang sudah di cap lunas dari restoran tempat aku dan ibuku menghabiskan makan malam sebelumnya. Diamplop itu juga terdapat sebuah surat, yang bertuliskan "Aku sudah membayar tagihan ini di muka. Tapi aku tidak yakin kalau aku bisa berada di sana, namun meski demikian, aku telah membayar makanan untuk dua orang, satu untukmu dan yang satu lagi untuk istrimu. Kamu tidak tahu betapa malam itu sangat berarti bagiku. Aku selalu menyayangimu nak."

Sejak saat itu, aku memahami pentingnya mengatakan kata "I LOVE YOU" dan memberi waktu bagi orang yang kita cintai karena mereka layak untuk mendapatkannya.

Tidak ada yang hal yang lebih penting daripada keluarga. Luangkan waktumu untuk mereka, karena kematian tidak dapat diduga kapan dan dimana. 

Berbuatlah sehingga anda tidak menyesal pada akhirnya.

Salam Admin,
=.=a