Tuesday, February 11, 2014

Hargai Hidupmu - Tidak tahu kenapa tapi aku merasa kesialan selalu menimpa hidupku. Aku yang sekarang berumur 17 tahun harus kehilangan orangtuaku diusia 8 tahun. Tak percaya lagi aku akan Tuhan yang selalu di puja oleh orang-orang karena kurasa dia tidak pernah datang menolongku ketika aku membutuhkannya, bahkan ketika saat itu.

Hari itu, tepat pada hari kelahiranku. Dokter harus memutuskan untuk membunuh salah seorang anak yang dilahirkan oleh ibuku. Ibuku melahirkan bayi kembar. Ya.. Itu aku dan adikku. Kami terlahir dengan posisi yang sangat aneh. Tubuh kami gempet, dan kami hanya diberikan satu jantung. Jantung itu tidak akan mampu bertahan untuk dua orang ketika dewasa nanti sehingga pihak dokter mengusulkan harus membunuh salah seorang anak. Meski tak tahu apa yang dikatakan mereka saat itu, namun aku seperti mengerti apa maksud mereka. Jadi aku pun memohon kepada tuhan, "Tuhan, jika kamu memang ada dan adil. Tolong ambillah nyawaku. Buatlah mereka memutuskan untuk membunuhku dan biarkan adikku tumbuh dengan sehat setelah aku pergi nanti". 

Namun, doa itu seperti pesan yang tak pernah tersampaikan. Aku tumbuh dengan badan yang sehat dengan mengorbankan nyawa adikku. Dalam diriku terus terasa rasa kasihan kepada adikku. Namun rasa itu perlahan mulai pudar berkat kedua orangtua ku. Mereka tidak pernah menyalahkanku, mereka tidak pernah menggungkit akan kematian adikku. Aku merasa sangat bahagia jika ada mereka. Namun kebahagiaanku hilang setelah saat itu.

Hari itu, tepat pada hari ulang tahunku yang ke-8. Ayah dan ibu mengajakku untuk pergi ke sebuah restoran untuk merayakan ulang tahunku. Aku tidak mendapatkan firasat buruk pada hari itu, namun apa daya, mobil yang kami tumpangi ditabrak oleh sebuah truk yang melaju dengan cepat menerobos lampu merah. Aku yang berada di jok belakang selamat dengan luka luka kecil. Namun tidak dengan kedua orangtua ku yang duduk di jok depan. Ketika aku melihat ke arah mereka. Aku melihat darah keluar dari mulut dan hidung mereka. Aku terus memanggil mereka, namun mereka tidak menjawabku. Kepalaku terasa hampa. Sekali lagi aku berdoa kepada Tuhan, aku berharap agar ketika aku membuka mataku nanti. Aku dapat melihat kedua orangtua ku tetap tersenyum seperti biasa bersamaku. Namun berapa kali pun kukedipkan mataku, aku tetap melihat pemandangan yang sama. Aku memohon sekali lagi, kali ini aku memohon, "Tuhan, tidak tahu kamu itu ada atau tidak, ini terakhir kali aku percaya akan keberadaanmu. Jika kamu memang ada dan mendengar doaku ini. Aku mohon.... Aku mohon ambillah nyawaku sebagai ganti kedua orangtua ku. Biarlah mereka hidup hingga tua bersama. Itulah keinginan terbesarku". 

Tapi, sungguh tidak adil. Ketika aku membuka mataku aku tetap melihat pemandangan yang sama. Segerombolan orang datang ke tempat kami, mereka membuka pintu yang penyot itu dengan paksa. Mereka segera mengeluarkan ayah dan ibuku, kemudian mereka mengangkat aku yang saat itu terbengong seperti patung. Segera mobil ambulance segera membawa tubuh ayah dan ibuku. 

Aku seperti orang gila saat itu, kuputuskan bahwa tuhan itu tidak ada dan aku tidak akan percaya lagi padanya. Setelah itu aku pun hidup bersama paman dan bibiku. Kesepian kehilangan kedua orangtuaku mulai ditutupi oleh kehadiran mereka berdua. Mereka tidak dikaruniai anak, jadi mereka begitu senang ketika mengadopsiku. Bersama mereka membuatku seperti sedang bersama kedua orang tuaku. Meski bibi dan pamanku tergolong kurang mampu tapi tak terasa aku sudah hidup bersama mereka selama 9 tahun. Sekarang umurku sudah 17 tahun, dan aku sudah beranjak menjadi seorang remaja. Ada seorang gadis manis yang menjadi pacarku. Dia amat imut dan aku sangat sayang padanya. Namun suatu hari hanya gara-gara kesalahan kecil. Aku marah padanya, dan aku tidak mau menghiraukannya pada hari itu. Ketika pulang dirumah dengan perasaan yang bete. Bibiku menghampiriku. Dia berkata dengan lembut padaku, menanyaiku apakah aku sudah makan, namun karena kekesalanku pada pacarku. Aku malah membentaknya. “BELUM!! BAGAIMANA AKU BISA MEMAKAN MAKANAN YANG SAMA HAMPIR SETIAP HARI??”. Baru pertama kali ini aku melihat wajahnya begitu sedih. “Kamu kenapa nak? Ada apa denganmu hari ini? Apa ada masalah?”, Tanya bibi padaku dengan lembut. Namun aku begitu tak tahu diri saat itu. Aku kembali membentaknya, “SUDAH!! JANGAN CAMPURI URUSANKU.. KALAU KAMU BEGITU MEMPERHATIKANKU KENAPA KAMU TIDAK KELUAR DAN MEMBELI MAKANAN LEZAT UNTUKKU?”, Bentakku dengan suara yang keras. Ketika itu paman tidak ada dirumah karena masih kerja. Kulihat ekspresi muka bibi berubah. Dia seperti hendak menangis. Namun emosiku saat itu menjadikanku seperti orang lain. Tanpa merasa bersalah aku segera berjalan ke arah kamarku. Sebelum masuk ke kamar aku melihat kearahnya. Dia menangis, baru pertama kali itu aku melihat dia menangis, kemudian aku melihat dia berjalan keluar dari rumah. Aku menghiraukannya dan masuk ke dalam kamarku.

Selang beberapa waktu kemudian paman pulang ke rumah. Dia bertanya padaku kemana bibi pergi. Aku tak berani mengatakan kebenaran padanya, jadi aku hanya bilang bahwa dia pergi keluar. “Oh... Apakah dia pergi membeli kado ultahmu?”, Kata Pamanku. Apa??? Hari ini ternyata hari ulang tahun ku. Aku bahkan tidak sadar akan itu. Aku jadi merasa bersalah pada bibi. Kuputuskan untuk meminta maaf padanya ketika dia balik nanti. Rasa lapar mulai menghampiriku. Akan tetapi bibi masih belum balik. Aku membuka lemari makanan. Dan betapa terkejutnya diriku ketika aku melihat berbagai hidangan lezat berada didalam lemari itu. Dan.... dan... aku melihat sebuah kue yang dihias begitu indah. Aku dapat melihat namaku tertera diatas kue itu. Sial... apa yang kulakukan padanya? Aku.. AKU DURHAKA!!! Berkali-kali aku memukul kepalaku sendiri. Tiba-tiba aku sadar bahwa bibi belum juga kembali. Aku mendapatkan firasat yang buruk, tanpa kusadari kakiku segera bergerak dan berlari keluar dari rumah meninggalkan pamanku.

Aku berlari tanpa tujuan, dengan harapan dapat menemukan bibiku. Aku tak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku merasa sangat bersalah. Jika aku menemukannya nanti, aku berjanji akan memperlakukannya dengan sangat baik dan tak akan pernah mengecewakannya lagi. Aku akan jadi anak yang berbakti. Jadi tolong.. Kepada siapapun yang mendengar isi hatiku. Tolong lindungilah dia, jangan sampai hal buruk menimpa dirinya. Ketika aku hampir menyerah karena tidak menemukan bibi. Tiba-tiba aku melihat seorang wanita di todong dari seberang jalan. Wanita itu mirip sekali dengan bibiku. Tidak.. itu memang bibi!! Tanpa berpikir panjang aku segera menjerit minta tolong, dan segera berlari ke arah bibiku. 
Aku sampai di depan bibiku dan kuhajar perampok itu hingga pingsan. Bibi kemudian memelukku sambil menangis. Yah.. itulah gambaran yang kudapat di mimpiku. 
Setidaknya meskipun hanya di mimpiku aku dapat membalas budi bibiku. Ketika aku melihat bibi di todong di seberang jalan. Tanpa kusadari aku segera menjerit minta tolong dan berlari menerobos jalanan yang dilewati oleh mobil dengan kecepatan yang tinggi. Ketika hampir sampai ke tempat bibiku, sebuah mobil yang lewat menabrakku dengan kecepatan yang tinggi. Perampok yang hendak merampok bibiku terkejut dan segera melarikan diri. Bibi terpaku melihat kejadian itu terjadi di depan matanya. Aku, bocah 17 tahun yang tak tahu diri tewas pada hari itu.. hari ulang tahunku. 

Kukira aku bisa menghabiskan hari ulang tahunku seperti tahun sebelumnya dengan paman dan bibiku. Kukira aku akan dapat membalas budi mereka berdua ketika aku mapan nanti. Kukira aku..... aku....... Sial.. semua terjadi karena keegoisanku. Kini aku berada di sebuah tempat yang jauh. Seorang bayi terkejut ketika melihatku. Aku melihat sekeliling banyak sekali orang yang terbang kesana kemari.. terbang??? Apa-apaan ini? Ahh.. aku sadar.. mereka itu adalah roh orang yang sudah mati. Aku melihat sekeliling mencari sosok ayah dan ibuku. Dan ternyata aku berhasil menemukan mereka, Mimik wajah mereka tampak begitu sedih. 

Tiba-Tiba ada sebuah suara mengiang di telingaku. Dia berkata, “Kamu berkali-kali ditolong ketika aku hendak melaksanakan tugasku, tahukah kamu betapa kamu dicintai di kehidupanmu dulu?”. Aku tak tahu siapa pemilik suara itu, dia lalu lanjut berkata, “Begitu banyak orang yang ingin mengantikan kematianmu”. Ah.. apakah dia malaikat kematianku?. “Ketika kamu lahir dulu. Seharusnya kamulah yang harus berkorban, namun saudara kembarmu memohon hingga mengancam akan membunuh dirinya sendiri jika dia yang dibiarkan hidup”. “Ingatkah dirimu akan hari ulang tahunmu yang ke 8?, Kecelakaan itu seharusnya merengut nyawamu. Namun kedua orang tuamu terus berdoa akan keselamatanmu. Mereka berdua bahkan rela mengorbankan nyawa mereka agar kamu dapat hidup lebih lama. Dan mereka juga meminta padaku agar kamu diberikan penjaga yang amat menyayangimu ketika mereka pergi nanti. Ya.. mereka adalah paman dan bibimu”. Namun kau amat membuatku kecewa. Hanya akibat perselisihanmu yang tak seberapa itu. Tak tahukah dirimu betapa susahnya bibimu mendapatkan makanan enak itu? Dia bahkan menjual kalung pemberian ibundanya. Bukannya memarahimu, dia malah keluar untuk membelikan daging ayam yang utuh. Namun kamu berhasil menolongnya dari perampok itu. Dia hendak membunuh bibimu jika kamu tidak datang saat itu juga.

Aku baru tahu bahwa hidupku begitu berharga. Banyak sekali orang yang menjagaku, melindungiku, membantuku. Dan aku selalu mengoceh akan hal itu? Munafik.. Tak banyak yang bisa kulakukan dengan tubuhku saat ini. Aku hanya dapat meminta kepada malaikat itu agar dia mengkaruniai paman dan bibiku rezeki yang berlimpah, dan biarkanlah mereka hidup sampai tua bersama. Dan satu lagi yang kuharap dia dapat mengabulkannya. Kali ini aku percaya lagi akan keberadaan mereka. 
“Tolonglah.. Kali ini saja. Tolong lahirkan saudara kembarku yang rela berkorban untukku sebagai anak dari paman dan bibiku. Aku ingin melihat mereka memiliki seorang anak. Itulah harapan terbesarku”. Dan Terima Kasih kedua Orang Tuaku.


Terima kasih juga para pembaca.. 
Well... At last cerita aneh ini berakhir juga.. inilah cerita karangan Admin yang ke-5. Harap bapak-bapak/ibu-ibu/tante-tante/adik-adik/kakak-kakak/abang-abang menyukainya.

Salam Admin,
=.=a


  













Perjuangan - Cerita ini bukan mengenai diriku. Namun kali ini aku akan bercerita tentang kawan baikku. Nama panggilannya Lydia. Dia kabur dari rumah meninggalkan ayah dan abangnya. Yahh.. Tidak heran kalau dia melarikan diri, Ayahnya terus menerus menyiksanya, bahkan abangnya sering memukulinya. Aku masih ingat malam itu, ketika dia memberitahuku bahwa abangnya telah memperkosanya. Berkali-kali aku menyuruhnya untuk memberitahu orang lain akan nasibnya itu, namun dia tetap berkata.... "Tidak ada orang lain yang akan mengerti dan membantuku".


Aku membantunya sebisaku. Aku memberinya uang, dan menawarkan tempat tinggal untuknya selama beberapa hari. Namun dia memberitahuku hal yang mengejutkan! Dia hamil.. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Jadi aku mengijinkannya untuk bersembunyi di rumahku sampai dia sanggup untuk berusaha sendiri. Namun orangtua-ku tidak mengijinkannya untuk menetap terlalu lama karena kesannya dimata orangtuaku kurang baik. Jadi dia hanya tinggal selama beberapa hari, dan kemudian dia pun pergi.

Dia meneleponku seminggu setelah dia meninggalkan rumahku. Dia berkata bahwa dia akan melahirkan!! dan dia ingin aku segera datang ke tempatnya. Aku menyuruhnya untuk memanggil ambulan, namun dia menutup teleponnya. Jadi aku terpaksa menelepon ambulan untuknya. Dia pun segera diantar ke rumah sakit, dan aku segera menyusul kesana. Hmmm... Bayinya lahir prematur, lebih cepat 2 bulan. Namun hal yang lebih buruk lagi terjadi. Pihak rumah sakit berhasil menghubungi ayah dan abangnya, dan mereka disuruh untuk datang ke rumah sakit. Aku tau apa yang akan terjadi nantinya, namun apa yang bisa kulakukan? Aku hanya bisa menunggu.

Hmm... 2 Minggu setelahnya dia diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit bersama ayahnya. Dia kemudian meneleponku untuk meminta pertolonganku, suara tangisannya begitu jelas di telepon. Aku mendengar suara seperti cambuk yang dipukul ke lantai, terdengar 5 kali kemudian suara itu lenyap. Aku terdiam dan tak tahu apa yang mau kukatakan, lalu tiba-tiba seorang pria mengangkat teleponnya dan mengancam akan membunuhku jika aku membeberkan hal yang terjadi pada Lydia. Orang itu adalah ayahnya.

Aku merinding dan terpaku. Aku tidak pernah berbicara dengan Lydia selama 2 minggu lebih, namun dia tiba-tiba muncul di depan rumahku, Dia melarikan diri dari rumahnya. Dia meninggalkan bayinya di rumah sakit dimana dia bersalin, dan seperti orang yang tak bertanggung jawab. Kami berdua meninggalkan bayinya disana. Kami melarikan diri dari kampung halaman kami. Kami memutuskan akan kembali untuk menjemput sang bayi ketika emosi kami lebih stabil. Bayi itu kami namakan Fuerza yang berarti Kekuatan.

Ketika hari itu tiba. Kami kembali ke rumah sakit itu untuk menjemput Fuerza. Setelah menjemput sang bayi aku pun mengantar Lydia ke rumah yang kami. Beberapa bulan setelah itu Lydia mendapatkan pacar baru, namun kehidupannya bersama pacar barunya tidak berjalan baik, hal terakhir yang diberitahunya adalah agar aku menjaga bayinya.

Pada awalnya aku menghiraukan pesannya itu. Akan tetapi ketika aku menyadarinya, hal itu sudah telat. Dia bunuh diri dengan meneguk obat tidur dengan dosis yang luar biasa. Tanpa dapat berkata apa-apa. Aku segera membawa bayinya dan kembali ke rumah sewaanku. Setahun setelah itu, aku mencoba kembali ke rumah orangtuaku. Namun betapa terkejutnya aku ketika kulihat penghuni rumah itu bukan lagi kedua orangtuaku. Keluargaku telah pindah ke tempat lain. Aku kini sebatang kara, dengan beban seorang bayi denganku. Ayah, abang serta pacar Lydia terus mencari keberadaanku. Sampai hari ini aku masih tetap dicari oleh mereka. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak sengaja bertemu dengan mereka. Tapi seperti yang pernah dibilang Lydia, Tidak ada orang lain yang akan mengerti dan membantu kita. Maka dari itu aku harus mampu berjuang sendirian.

Salam Admin,
=.=a


Monday, January 20, 2014

Alien Pertama - Pada Tanggal 20 Juli 1969. Neil Armstrong menjadi orang pertama yang berhasil mendarat di bulan dengan menggunakan Pesawat ruang angkasa Apollo 11 bersama krunya.

Pada Tanggal 24 Juli 1969. Ada beberapa Alien datang dari bulan dan mendarat di bumi, mereka menggunakan pesawat ruang angkasa yang persis digunakan oleh Neil Armstrong yakni Apollo 11. Dan salah seorang alien mengaku juga bernama Neil Armstrong.
Salah Sendiri Tidak DIpakai - Ada seorang kakek bernama Bolo. Satu-satunya harta yang dimilikinya hanyalah domba betinanya. Suatu hari kakek ini memenangkan lotre dan mendapatkan Rp.100juta. Dia syok dan tak tahu mau diapakan uang tersebut, jadi dia memutuskan untuk menginap di hotel berbintang lima. Dia memesan ruangan yang paling mewah dan segera berjalan ke ruangannya sambil membawa dombanya. Manager hotel melihatnya dan menanyakan kemana dia hendak pergi. 


Kakek: Kemana aku pergi, dombaku pasti tetap ikut.
Manager: Maaf kek, tapi kamu tidak boleh membawa dombamu ke dalam ruang lingkup hotel. Tinggalkan domba itu disini, kami pasti akan merawatnya dengan baik.
Kakek: Baiklah kalau begitu.

Kakek Bolo pun meninggalkan dombanya dan berjalan ke ruangannya. Ketika dia membuka pintu, terkagumlah dia ketika melihat semua barang yang ada di ruangan terbuat dari emas. Terdapat meja penuh dengan makanan yang lezat, Sebuah televisi dengan ukuran yang luar biasa besar. Namun kakek Bolo tidak mau menyentuh apapun yang ada di ruangan, jadi dia memutuskan untuk melepaskan jaketnya yang butut dan tidur dilantai.

Keesokan paginya sang manager hotel datang ke ruangannya dan bertanya bagaimana pendapatnya selama berada di hotel tersebut.

Kakek: Menakjubkan!! jadi berapa biaya yang harus aku bayar?
Manager: 5 juta Rupiah untuk makanan.
Kakek: Lah?? Tapi aku tidak menyentuh makanan tersebut.
Manager: Makanan itu sudah termasuk dalam satu paket, jadi itu tetap dihitung meski tidak dimakan. Terus 8 Juta karena telah tidur di Springbed super mewah kami.
Kakek: Tapi aku tidur di lantai!!
Manager: Springbed juga sudah satu paket, jadi salahmu sendiri tidak kamu pakai. Namun kamu tetap harus membayar 8juta untuk itu.
Kakek: Ohhhh.. Kalau begitu kamu harus membayar 20juta karena telah bercinta dengan dombaku
Manager: Tidak.. Aku tidak bercinta dengan dombamu.
kakek: Apa yang tidak? Dombaku ada ditempatmu, Salahmu sendiri tidak kamu pakai. Namun kamu tetap harus bayar ganti rugi.

Salam Admin,
=.=a

Tuesday, December 24, 2013

Bubur Ayam - Dipagi hari yang cerah, tampak pak Parto sedang menjajakan ayam gorengnya. Dengan begitu semangat dia pun berteriak, "Mari... Mari.. Ayam Goreng!!! Ayam Goreng!! Masih Hangat". Setelah berkeliling selama setengah hari Parto pun merasa letih, dia pun berhenti di depan sebuah rumah. Tiba-tiba dari lantai dua rumah tersebut terdengar orang membuka jendela. Tampaklah sebuah kepala keluar dari jendela tersebut dan kemudian.. Hoeeeekkkk.. Seorang anak memuntahkan bubur yang barusan dimakannya, dan muntahan bubur itu bercampur dengan daging ayam pak Parto. 

Karena tidak mau rugi, Parto pun memutuskan tetap menjual daging itu, namun kali ini dia berteriak, "Bubur Ayam!! Bubur Ayam!!  Mari!! Mari!! Buburnya Masih Hangat!!".

Baca Cerita Lainnya:
Humor - Kutipu Dia
Motivasi - Mawar Merah Untuk Bunda
Motivasi - 7 Kebiasaan Yang Perlu Diubah 

Salam Admin,
=.=a 


Monday, December 23, 2013

Amerika Vs Rusia - Telah terjadi peperangan yang sengit antara Amerika dengan Rusia. Mereka menyadari jika peperangan terus berlanjut maka mereka akan menghancurkan seluruh wilayah mereka. Suatu hari para pemimpin dari dua negara tersebut berkumpul dan memutuskan untuk menyelesaikan perselisihan mereka dengan cara mengadu anjing peliharaan mereka satu lawan satu. Masing-masing pihak negara mempunyai waktu 5 tahun untuk melatih anjing petarung yang terbaik, dan anjing siapa yang menang maka dialah yang berhak untuk mendominasi dunia dan pihak yang kalah harus pasrah meletakkan senjata dan tunduk pada pihak yang menang.


Pihak Rusia menemukan anjing paling besar dan paling ganas di dunia jenis Rottweiler. Pihak Rusia melatih anjing itu dengan serigala jenis Siberian yang terkenal sangat buas. Mereka memberi anjing itu steroid dan pelatihan yang amat ketat, sehingga 5 tahun kemudian anjing itu akan menjadi anjing terkuat dan terkejam di dunia. Kandang anjing itu pun di buat dengan baja yang tebalnya 3 inch sehingga tak seorang pun bisa mendekatinya.

Ketika hari yang dijanjikan telah tiba. Pihak Amerika muncul dengan binatang yang aneh. Mereka membawa seekor anjing berjenis Dachshund dengan tinggi sekitar 2.5 Meter. Semua orang di arena tersebut merasa kasihan kepada pihak Amerika karena mustahil anjing Dachsund itu bisa bertahan dari kekejaman anjing Rottweiler milik Rusia.

Ketika kandang kedua binatang itu dibuka, anjing Dachshund itu keluar dan segera dia berputar mengelilingi anjing Rottweiler milik Rusia. Rottweiler membungkuk dan siap untuk menerkam leher Dachshund. Namun begitu dia menerkam, Dachshund segera membuka mulutnya dan Rottweiler langsung hilang tak bersisa masuk ke mulut Dachshund tersebut.

Pihak Rusia berjalan menuju pihak Amerika sambil menggelengkan kepala serasa tidak percaya. Kami tidak percaya bagaimana ini bisa terjadi, kami telah memilih orang-orang terbaik yang bekerja selama lima tahun untuk melatih Rottweiler itu menjadi anjing terganas di dunia. Bahkan anjing itu sekarang mampu mengalahkan serigala jenis Siberia yang terkenal sangat buas dengan sekali serangan.

"Hahaha.. Itu bukan apa-apa", jawab petinggi Amerika. "Kami memilih ahli bedah plastik terbaik yang bekerja selama lima tahun untuk mengubah Alligator agar terlihat seperti Dachshund"


Baca Cerita Lainnya:
Motivasi - Syukurlah
Motivasi - Jendela Rumah Sakit
Motivasi - Cicak Yang Tersangkut

Salam Admin,
=.=a



Sunday, December 22, 2013

Ada seorang raja yang selalu pergi berpetualang bersama teman masa kecilnya. Temannya ini mempunyai kebiasaan mengatakan "syukurlah" pada sesuatu yang telah terjadi, baik itu bagus ataupun buruk. 

Suatu hari ketika raja dengan sahabat baiknya pergi untuk berburu. Sahabat raja itu mengisi peluru pada senapan yang kemudian diberikannya kepada sang raja. Akan tetapi sahabatnya melakukan kesalahan yang fatal, peluru itu tersumbat ketika sang raja menembakkannya dan meledak di dalam. Mengakibatkan sang raja harus kehilangan jempolnya. Melihat sang raja masih hidup dan kehilangan jempolnya, seperti biasanya sahabat raja ini berkata, "Syukurlah, untung hanya jempol yang hilang". Namun raja itu marah, "Apa yang syukur?? Aku kehilangan jempolku!!". Raja pun mengirim sahabat baiknya itu ke penjara.

Satu tahun kemudian, sang raja pergi berburu di sebuah tempat dimana merupakan tempat tinggal para suku kanibal. Ketika melihat dia sendirian, para kanibal itu menangkapnya dan membawanya ke desa mereka. Mereka mengikatnya pada sebuah tiang, dan menyalakan api unggun. Ketika hendak memasukkan raja itu ke sebuah wajan yang besar untuk dimasak, mereka menyadari bahwa raja tersebut kehilangan jempol. Karena suku kanibal itu sangat percaya akan tahayul bahwa mereka pantang memakan manusia yang tidak utuh, maka raja itu pun dibebaskan. 

Saat raja itu kembali, dia teringat akan peristiwa yang mengakibatkan dia kehilangan sebuah jempol, dan merasa menyesal atas perlakuannya terhadap sahabat baiknya. Dia kemudian langsung pergi ke penjara untuk berbicara dengan sahabat baiknya, "Maafkan aku, ternyata kehilangan jempol malah menyelamatkan nyawaku hari ini, dan aku sangat menyesal karena telah mengirimmu ke penjara selama satu tahun ini".  

Seperti biasanya temannya menjawab, "Syukurlah, aku dipenjara". Sang raja pun heran lalu di bertanya, "Apa maksudmu? Bagaimana kamu masih bisa mengucapkan syukur setelah aku memenjarakanmu selama satu tahun?". "Yahh.. Jika aku tidak dipenjara, maka aku akan bersamamu pergi ke tempat para kanibal itu, dan pastinya aku akan dimakan oleh mereka", Jawab sahabatnya dengan santai. 


"Kita musti selalu bersyukur atas apa yang telah terjadi, meski hal itu baik atau buruk"

Salam Admin,
=.=a